Jumat, 28 Juni 2013

discretionary accruals dan non-discretionary accruals


Sistem akuntansi akrual memberikan peluang kepada manajemen untuk memanipulasi laba atau pendapatan akuntansi (De Angelo, 1986; dalam Dahlan, 2009). Akuntansi akrual tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu discretionary accruals dan non-discretionary accruals. Konsep discretionary accruals memberi pengertian bahwa pihak manajemen dapat memanipulasi pendapatan akrual dan biasanya digunakan untuk mencapai pendapatan yang diinginkan. De Angelo (1986) dalam Meutia (2004) menambahkan bahwa manajer memiliki kemampuan mengontrol bagian akrual dalam jangka pendek. De Angelo juga menjelaskan bahwa komponen non-discretionary accruals ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak dapat dikontrol oleh pihak manajer. Di dalam penelitian ini, perhitungan manajemen laba menggunakan Model Jones yaitu discretionary accrual yang sesuai dengan kinerja (performance-matched discretionary accruals). Berdasarkan pada Kothari et al., (2005), performance-matched discretionary accruals pengukurannya lebih spesifik dan powerfull daripada pengukuran discretionary accruals yang lain. Kothari menjelaskan juga bahwa penyeimbangan kinerja (performance matching) didesain untuk mengontrol dampak kinerja dalam mengukur discretionary accruals dan performance-matched discretionary accruals dapat dijadikan sebagai alternatif yang dapat dipakai dalam meneliti manajemen laba. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar